Minggu, 08 Oktober 2017

Berawal dari One Person One Thausand

Berawal dari One Person One Thausand, KOPI (Komunitas Peduli Indonesia) dapat berkembang dengan sendirinya dan dapat menjalankan program yang telah direncanakan dengan baik. Meskipun dana yang kita peroleh tidak terlalu banyak, akan tetapi itu semua tidak menggugurkan niat baik kita untuk peduli dengan sesama. Tapi banyak juga masyarakat yang ingin memberikan sebagian rezkinya kepada KOPI, ada yang berupa uang ataupun pakaian.


Semangat berbagi teman-teman KOPI (Komunitas Peduli Indonesia) sangat luar biasa, semangat itu berawal dari memotret realita di lingkungan masyarakat dari segi ekonomi, yang masih marak sekali anak jalanan yang tidur di pinggiran jalan, hidup kelaparan, dan akhirnya mereka menjadikan mengemis sebagai profesi setiap harinya, ada juga masyarakat yang memang bekerja, namun untuk memenuhi kebutuhannya tidak cukup. dan sebuah insiden yang membuat hati kita menangis adalah ketika melihat seorang pengemis yang kelaparan kemudian di sekelilingnya banyak para pejabat yang sedang makan dengan enaknya, tidak sedikitpun makanan itu diberikan, sehingga pengemis itu kelaparan. 

Sangat miris ketika melihat insiden yang seperti itu. Jika dari segi pendidikan terutama dalam pendidikan Islam maka masih banyak juga pendidikan yang ada di pedesaan kurang perhatian dan butuh bimbingan dari luar sekolah.  Maka kami bergerak untuk mengulurkan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, jika bukan kita yang membantu siapa lagi ? Dari realita yang terjadi, maka kami berinisiatif untuk membentuk suatu komunitas dalam bidang sosial, yang memiliki ranah kependidikan dan kemasyarakatan yang orientasi akhirnya menjadikan masyarakat lebih maju, berkembang, dan terjadinya perubahan ekonomi bagi masyarakat. Karena kami bukan hanya sekedar memberikan sesuatu yang jangka pendek saja kepada masyarakat miskin, namun kami juga memberikan pelatihan pembuatan kerajian yang akan menghasilkan uang, sehingga mereka tidak harus mengemis-ngemis di jalanan.

Selain itu yang mendasari kami ingin berbagi dengan sesama adalah surat Al-Ma’un, yang mana menganjurkan kita untuk saling berbagi, menyantuni orang miskin dan tidak menghardik anak yatim, jadi kami berpegang teguh pada dalil tersebut. Dalil dan motto “One Person One Thausand, yang menguatkan kami untuk terus peduli, berbagi, dan berjuang. Sedikit kata yang bisa kami berikan : Membantu seseorang itu bisa dari sesuatu yang sederhana, yang mana sesuatu itu dapat bermanfaat bagi seseorang yang kita bantu. Jangan ragu untuk berbagi, jangan takut miskin jika berbagi, baik berbagi rezki, ilmu dan pengalaman karena Allah adalah maha kaya. Satu kata terakhir. Dari KOPI untuk Bangsa.



EmoticonEmoticon