Kamis, 08 Maret 2018

Baik Buruk Eksistensi E-Money di Indonesia

Uang fisik sudah sangat membantu sebagai alat pembayaran yang sah di setiap Negara dengan menggantikan sistem barter yang sebelumnya diterapkan dalam transaksi jual beli. Selain itu, keberadaan uang fisik juga sangat membantu dalam pertumbuhan sector perekonomian suatu negara. Namun, meski memiliki banyak kelebihan dan manfaat, faktanya uang fisik juga memiliki beberapa kelemahan :



v  Kurang aman

Uang fisik memerlukan areal tersendiri untuk penyimpanannya ketika dibawa bepergian. Terutama bila total uang yang dibawa cukup banyak dan tidak memungkinkan bila dimasukkan ke dalam saku. Sedangkan membawa uang tunai dalam jumlah besar tentu kurang nyaman dan cenderung menimbulkan rasa was-was, terutama saat tengah bepergian seorang diri.

v  Transaksi harus bertemu muka

Dalam transaksi menggunakan uang fisik, diwajibkan adanya pertemuan langsung antara kedua belah pihak atau yang mewakili. Tentunya hal tersebut kurang fleksibel karena dapat memakan waktu maupun tenaga, belum lagi bila cuaca atau kesibukan sedang tidak mendukung, maka pertemuan bisa terus diundur bahkan dibatalkan yang mana dapat merugikan salah satu atau kedua belah pihak.

Kemunculan E-Money

Guna mengatasi kendala-kendala di atas, maka digagaslah sebuah ide yang memungkinkan seseorang dapat bertransaki di mana saja dan kapan saja serta dalam jumlah besar tanpa harus membawa uang fisik. Gagasan tersebut kemudian melahirkan uang elektronik atau e-money yang memberikan keleluasaan kepada penggunanya untuk melakukan transaksi secara online maupun melakukan pembayaran apa pun tanpa menggunakan uang fisik. E-money sendiri dikeluarkan oleh badan keuangan yang berwenang di masing-masing Negara dan telah memenuhi regulasi keuangan yang ditetapkan. Setiap warga Negara memiliki hak yang sama dalam mendapatkan serta menggunakan e-money tersebut, namun tentunya tetap harus mematuhi prosedur yang ada.

Cara MendapatkanE-money

Jika ingin mendapatkan serta menikmati kepraktisan yang ditawarkan oleh e-money, maka syarat utamanya adalah dengan memiliki rekening di bank Negara maupun swasta yang terdaftar secara legal. E-money sendiri memiliki dua jenis, yakni prabayar di mana pengguna memiliki deposit untuk kemudian dapat bertransaksi melalui kartu yang nominalnya telah disesuaikan dengan deposit yang dimiliki, atau pascabayar di mana pihak bank memberikan talangan dana terlebih dahulu yang wajib dibayar oleh pengguna sebelum jatuh tempo. Kartu debit merupakan contoh dari e-money prabayar, karena setiap transaksi yang dilakukan menggunakan kartu tersebut akan otomatis memotong rekening tabungan dari generasi lanjutan kartu ATM tersebut, sedangkan kartu kredit adalah contoh e-money pasca bayar di mana pengguna tetap harus menjadi nasabah dari bank yang merilis kartu tersebut dengan memiliki minimal deposit di tabungan sesuai persyaratan.

ManfaatE-money

Selain dari segi kepraktisan, banyak sekali manfaat lain dari keberadaan layanan tersebut sehingga sebaiknya, selain memiliki uang fisik, setiap warga negara juga memiliki e-money :
  1. Tidak perlu membawa-bawa uang fisik merupakan manfaat dari e-money yang paling utama. Cukup dengan membawa satu buah kartu yang dapat diselipkan di back covercasing ponsel saja, pengguna sudah dapat bertransaksi dimanapun dan kapan pun.
  2. Memungkinkan transaksi internasional melalui pembelanjaan di market placeg lobal untuk kartu kredit maupun kartu debit. Selain itu, untuk penggunaannya dalam berbelanja di marketplace Indonesia maupun internasional, pengguna e-money bisa mendapatkan layanan cicilan pembelian yang tidak akan bisa didapatkan melalui pembayaran transaksi jenislain.
  3. Pengguna e-money dalam bentuk kartu transportasi dapat menggunakan kendaraan umum yang telah dilengkapi layanan tersebut untuk membayar tariff perjalanan tanpa perlu membawa uang tunai.
  4. Dengan semakin tinggi nya penggunaan e-money dalam masyarakat, hal tersebut secara otomatis akan menghemat pula anggaran Negara untuk pencetakan uang fisik yang memerlukan dana cukup besar, sebab harus memenuhi standar kelayakan sebagai mata uang resmi di mana memerlukan material berkualitas yang tentunya tidak murah.
Dampak Negatif E-money

Sayangnya, bukan berarti pemanfaatan e-money tidak memiliki dampak negatif, karena bagaimana pun setiap kali ada efek positif, maka sisi negatifnya pun akan secara otomatis mengikuti. Berikut ini adalah dampak kurang baik yang ditimbulkan oleh penggunaan uang elektronik :

  1. Masyarakat menjadi lebih konsumtif akibat kemudahan yang ditawarkan dari e-money karena mereka menjadi tergiur untuk terus melakukan transaksi tanpa menyadari nominal rekening yang akan terkuras, sebab dalam struk transaksi menggunakan e-money (khusus prabayar) tidak menyertakan jumlah uang yang tersisa di akun tabungan.
  2. Pengguna e-money, utamanya jenis pascabayar berupa kartu kredit memiliki dampak yang lebih mengerikan dibandingkan dengan pengguna prabayar. Sebab, sistem pinjaman dari bank, meskipun memiliki limit atau batas akan membuat mereka bertransaksi tanpa batas seolah merasa semua itu gratis sebab tidak perlu melakukan deposit di awal sebagaimana dengan e-money prabayar. Limit dari kartu kredit biasa juga cukup besar. Tidak mengherankan bila kemudian banyak pengguna kartu kredit yang justru mengalami kesulitan keuangan karena ketika masa jatuh tempo pembayaran tiba baru menyadari tidak memiliki dana segar untuk membayar segala pinjaman dari bank.
  3. Meningkatnya cyber crime juga merupakan efek domino dari penggunaan e-money. Salah satu contoh yang paling banyak dialami adalah isi rekening dari pengguna e-money baik prabayar maupun pascabayar mendadak terkuras habis setelah melakukan transaksi di salah satu tempat public seperti restoran atau pusat perbelanjaan. Hal tersebut rupanya ulah dari para kasir nakal yang mengingat atau dengan sengaja mencatat pin e-money konsumen dan karena mengetahui nomor kartu kredit berikut informasi pribadi lengkap pemilik, mereka pun dengan mudah membuat kartu cloning dengan sedikit mengakali mesin gesek kartu yang disediakan toko.
Tindakan Preventif Serta Solusi Untuk Dampak NegatifE-money

Walaupun memiliki dampak negatif yang cukup serius, masih dapat dilakukan tindakan pencegahan maupun penanganan agar kejadian di atas tidak sampai terjadi atau pun dapat terselesaikan dengan baik apabila sudah terlanjur :

v  Tetap bersikap selektif ketika berbelanja, terutama saat menggunakan e-money dibutuhkan sebagai tindakan pencegahan agar tidak terseret menjadi konsumen yang over konsumtif dan melakukan transaksi di luar kemampuan. Terus pantau nominal yang tersisa dalam rekening sebagai self control sekaligus reminder untuk bertransaksi secara wajar.
v  Ada baiknya bila nasabah bank memilih untuk menghindari penggunaan kartu kredit meskipun ditawarkan oleh pihak bank karena dianggap memenuhi syarat. Sebagai gantinya, jika ingin memiliki e-money, pilih saja opsi kartu debit yang juga selalu disediakan oleh pihak bank.
v  Perhatikan baik-baik mesin penggesek kartu pada meja kasir sebelum menggunakan e-money yang dimiliki. Biasanya, mesin yang telah dicurangi memiliki cirri fisik tertentu dan cukup mudah dideteksi. Pastikan pula pin tidak diketahui oleh siapapun agar meskipun mesin dicurangi, tidak dapat digunakan bertransaksi karena oknum tersebut tidak mengetahui angka sandi yang merupakan syarat wajib dari transaksi e-money.


EmoticonEmoticon