Sabtu, 15 September 2018

5 Pertimbangan Utama sebelum Mengajukan Pinjaman Tanpa Agunan

Pinjaman tanpa agunan tengah menjadi tren belakangan ini. Beberapa tahun lalu, mungkin Anda hanya mengenal Tunaiku dan beberapa saja yang menyediakan pinjaman tersebut. Sekarang sudah ratusan. Bisa dicek di OJK untuk kategori fintech legal. Sebelum mengajukan pinjaman, ada baiknya Anda pertimbangkan 5 hal ini terlebih dulu.

1. Adanya Daftar Hitam begitu Cicilan Macet

Kedengarannya horor, ya? Kalau sampai masuk daftar hitam memang horor. Soalnya untuk mengajukan pinjaman berikutnya bisa lebih sulit. Istilah daftar hitam ini hanya dikeluarkan oleh BI. Meskipun letaknya berada cukup jauh dari bank umum tempat Anda meminjam dana, tetapi bank tersebut selalu berkiblat ke BI.

Segala pencatatan atas transaksi dan macam-macam akan dilakukan oleh BI. Maka, satu-satunya jalan adalah dengan membayar cicilan tanpa melewati batas sedikitpun. Kalaupun terlambat begitu jauh, langsung saja lunasi. Kemudian laporkan status pinjaman ke lembaga yang berkaitan dengan OJK. Pertimbangkan hal ini, ya.

2. Hentikan Memikirkan untuk Tutup Cicilan dengan Kartu Kredit

Pernah dengar istilah “gali lubang tutup lubang” yang dipopulerkan oleh H. Rhoma Irama? Begitulah keadaannya ketika masih memiliki cicilan KTA, tetapi ditutup dengan kartu kredit lantaran khawatir terlambat bayar. Pertimbangkan ini masak-masak. Jangan sampai, begitu ada keinginan untuk bikin kartu kredit, langsung direalisasikan.

Soalnya kartu kredit merupakan bentuk lain dari utang. Ketika utang ditutup dengan utang, sebetulnya apa yang ditutupi? Tidak ada. Justru menambah beban lain yang mungkin bisa lebih berat lagi karena berurusan dengan 2 pihak. Dalam pinjaman tanpa agunan, kesiapan dalam mencicil tagihan per bulan lebih baik hasilnya dibandingkan yang terburu-buru.

3. Pertimbangkan Pemilihan Tenor

Secara hitung-hitungan, semakin lama tenor yang dipilih, tentu semakin berat tanggungan Anda. Hal itu tidak lain karena jumlah bunga per bulan tetap. Sepintas memang tampak lebih enak, sebab nilai cicilan per bulan lebih ringan daripada yang tenornya pendek. Tapi, apakah Anda sanggup setiap hari memikirkan utang?

Terbebas dari utang merupakan kebebasan yang hakiki. Kebutuhan sehari-hari juga hakiki. Keduanya akan klop hasilnya andaikata dimaksimalkan dalam pinjaman bertenor lebih pendek. Ketika ingin pinjam lagi, sudah dalam keadaan fresh. Baik dari dalam hati maupun pikiran. Sebetulnya top-up bisa sih. Tapi itu alternatifnya kalau dananya memang kurang.

4. Pilih Nilai Pinjaman yang Besar atau Kecil?

Bukan hanya soal tenor yang perlu dipertimbangkan, tetapi juga nilai pinjamannya. Jika meminjam dana didasarkan pada gengsi semata, tentu hasilnya bisa ditebak. Seseorang seperti itu akan memilih untuk ambil pinjaman tanpa agunan dengan nilai sebesar-besarnya. Soalnya, bagi dia itu pengakuan dari orang lain lebih banyak.

Dengan kata lain, dia tidak bisa mengenali besar-kecilnya dana yang mau dipinjam. Berbeda dengan yang meminjam berdasarkan kebutuhan. Secara umum akan meminjam berdasarkan jumlah yang dibutuhkan. Jika boleh menyarankan, lebih baik pilih yang kecil saja, kecuali memang darurat dan butuh dana lebih besar. Makin kecil nilainya, makin mudah nyicil-nya.

5. Pertimbangkan Produk dari KTA

Jumlah suku bunga antara satu bank dengan bank lain perihal KTA memang tidak jauh berbeda. Akan tetapi, jika mempertimbangkan produk-produknya, akan ditemukan perbedaan nilai tambah yang signifikan. Misalnya ketersediaan referral, KTA Prioritas seperti di
Tunaiku, pilihan tenor, nilai pinjaman, dan lain-lain.
Kelima pertimbangan atas pinjaman tanpa agunan tersebut semata-mata agar Anda lebih yakin lagi sebelum meminjam. Keyakinan tersebut perlu ditopang dengan sumber pendanaan yang baik untuk mencicil tiap bulan. Mengingat salah satu persyaratan (nilai tambah) agar bisa diterima adalah dengan menyertakan slip gaji.


EmoticonEmoticon