Sabtu, 08 Desember 2018

Apa Itu Induksi? Dan Kapan Serta Bagaimana Induksi Itu Dilakukan? Cari Tahu Yuk Bunda!



Hamil merupakan masa dimana yang paling dinanti-nantikan oleh setiap kaum hawa di dunia ini. Banyak cara dilakukan agar kaum hawa bisa merasakan moment hamil, namun ada juga yang terlihat pasrah dengan menerima takdir tuhan. Untuk yang sudah merasakan hamil, tidak lepas pastinya dari momen melahirkan. Momen dimana Bunda harus berjuang antara melahirkan si Kecil dan menahan rasa sakit yang luar biasa. Pada saat melahirkan ini tidak sedikit dari Bunda yang akan merasakan induksi saat proses ini. Apakah Bunda tahu apa itu induksi dan kapan serta bagaimana proses tersebut dilaksanakan?

Apa itu Induksi?
Induksi merupakan salah satu proses stimulasi yang dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim sebelum kontraksi alami terjadi, yang bertujuan untuk mempercepat proses persalinan. Dan prosedur ini tidak boleh dilaksanakan dengan sembarangan, karena mengandung lebih banyak risiko dibandingkan persalinan normal. Oleh sebab itu sebelum Bunda mengambil keputusan untuk induksi ada baiknya untuk mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai alasan, prosedur, dan risiko yang mungkin dihadapi.

Bagaimana induksi dilakukan?
Ada berbagai cara untuk melaksanakan induksi persalinan, diantarnya seperti pemberian obat atau metode lainnya. Dan bagaimana cara induksi persalinan dilakukan itu semua tergantung dari kesiapan tubuh ibu untuk melahirkan. Ada bermacam kondisi tubuh Bunda belum siap untuk melahirkan diantaranya kondisi leher rahim belum mulai melunak, menipis, atau membuka, artinya. Beberapa metode yang digunakan untuk menyiapkan leher rahim dan untuk induksi persalinan adalah:
  1. Menggunakan Prostaglandin
  2. Menggunakan kateter Foley
  3. Mengusap selaput leher rahim Bunda
  4. Pemecahan kantung ketuban (Amniotomi)
  5. Menggunakan Oksitosin

Dan kapan induksi dapat dilakukan?
Proses induksi persalinan ini dapat dilakukan pada saat kondisi bayi lebih berisiko untuk tetap berada di dalam rahim, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Seharusnya induksi tidak perlu dilakukan selama Bunda masih tetap sehat. Namun ada beberapa faktor yang menentukan induksi tetap harus dilakukan atau tidak, diantaranya adalah:
        Kesehatan Bunda sendiri
        Kesehatan janin dalam kandungan
        Usia kehamilan dan ukuran si Kecil
        Posisi si Kecil dalam rahim
        Dan kondisi leher rahim

Adapun beberapa kondisi yang membuat induksi persalinan harus dilakukan adalah:

       Usia kehamilan Bunda yang melebihi tanggal seharusnya sudah hampir 2 minggu dan tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Usia kehamilan yang lebih dari 42 minggu akan sangat berisiko pada Bunda, salah satunya adalah kematian si Kecil.
   Bunda tidak mengalami kontraksi meskipun sudah pecah ketuban. Dan induksi diperlukan untuk mengurangi risiko infeksi pada rahim atau bayi. Meski demikian dokter tetap harus melihat usia kehamilan dan bayi Bunda apakah sudah siap dilahirkan atau belum. Jika bayi sangat prematur, maka dokter kemungkinan tidak akan melakukan induksi persalinan.
        Bunda mengalami infeksi pada rahim atau chorioamnionitis
        Bayi dalam kandungan Bunda sudah berhenti tumbuh atau tidak berkembang
        Air ketuban yang sedikit volumenya (oligohidramnion)
        Kondisi plasenta yang mulai memburuk dan tidak bagus untuk janin
        Bunda mengalami abrupsio plasenta
        Bunda memiliki riwayat kematian pada janin pada kehamilan sebelumnya
        Dan yang teakhir Bunda mempunyai kondisi medis yang berisiko diri sendiri ataupun si Kecil, seperti hipertensi, preeklampsia, atau diabetes gestasional.

Untuk mengantisipasi adanya tindakan induksi ini, sangat disarankan untuk Bunda selalu mengecek kondisi kehamilan setiap bulannya. Dan selalu pastikan kondisi, tumbuh  kembang, dan kemajuan apa saja yang sudah dialami oleh si Kecil yang berada dalam janin Bunda. Apabila memang proses induksi tetap harus dilaksanakan, ada baiknya Bunda perhatikan lagi ulasan di atas. Karena apapun yang terjadi tetap anak adalah segalanya.


EmoticonEmoticon