Jumat, 21 Desember 2018

Catat! Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Induksi Persalianan

 Induksi persalinan

Induksi persalinan adalah suatu usaha mempercepat persalinan dengan tindakan rangsangan kontraksi uterus. Induksi persalinan dapat bersifat mekanis, atau secara kimiawi (medikamentosa)

Sebelum melakukan induksi, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

Penilaian serviks

Keberhasilan induksi persalinan bergantung pada skor pelvis.
• Jika skor >6, biasanya induksi cukup dilakukan dengan oksitosin.
Jika < 5, matangkan serviks lebih dahulu dengan prostaglandin atau kateter Foley.

OKSITOSIN


  • Oksitosin digunakan secara hati-hati karena dapat terjadi gawat janin dari hiperstimulasi. Walaupun jarang, dapat terjadi ruptura uteri, terutama pada multipara.
  • Selalu Iakukan observasi ketat pada pasien yang mendapat Oksitosin.
  • Dosis efektif oksitosin bervariasi. Infus oksitosin dalam dekstrose atau garam fisio¬logik, dengan tetesan dinaikkan secara bertahap sampai his adekuat.
  • Pertahankan Tetesan sampai persalinan.
  • Pantau denyut nadi, tekanan darah, dan kontraksi ibu hamil, dan periksa denyut jantung janin (DJJ).
  • Kaji ulang indikasi induksi.
  • Baringkan ibu hamil miring kiri.
  • Catat semua pengamatan pada partograf tiap 30 menit
  1. Atur kecepatan infus oksitosin (Lihat Tabel);
  2. Frekuensi dan lamanya kontraksi;
  3. Denyut jantung janin (DJJ). Dengar DJJ tiap 30 menit, dan selalu langsung setelah kontraksi. Apabila DJJ kurang dari 100 per menit, segera hentikan infus.
  4. Ingat : Ibu dengan infus Oksitosin Jangan ditinggal sendirian.
  • Infus oksitosin 2,5 unit dalam 500 cc dekstrose (atau garam fisiologik) mulai dengan 10 tetes per menit
  • Naikkan kecepatan infus 10 tetes per menit tiap 30 menit sampai kontraksi adekuat (3 kali tiap 10 menit dengan lama lebih dari 40 detik) dan pertahankan sampai terjadi kelahiran.
  • Jika terjadi hiperstimulasi (lama kontraksi lebih dari 60 detik) atau lebih dari 4 kali kontraksi dalam 10 menit, hentikan infus dan kurangi hiperstimulasi dengan:
  1. terbutalin 250 mcg IN. pelan-pelan selama 5 menit, ATAU
  2. salbutamol 5 mg dalam 500 ml cairan (garam fisiologik atau Ringer Laktat) 10 tetes per menit.
  • Jika tidak tercapai kontraksi yang adekuat (3 kali tiap 10 menit dengan lama lebih dari 40 detik) setelah infus oksitosin mencapai 60 tetes per menit:
  1. Naikkan konsentrasi oksitosin menjadi 5 unit dalam 500 ml dekslrose (atau garam fisiologik) dan sesuaikan kecepatan infus sampai 30 tetes per menit (15 mIU/menit);   
  2. Naikkan kecepatan infus 10 tetes per menit tiap 30 menit sampai kontraksi adekuat (3 kali tiap 10 menit dengan lama lebih dari 40 detik) atau setelah infus oksitosin mencapai 60 tetes per menit.
  • Jika masih tidak tercapai kontraksi yang adekuat dengan konsentrasi yang lebih tinggi:
  1. Pada multigravida, induksi dianggap gagal, lakukan seksio sesarea.
  2. Pada primigravida, infus oksitosin bisa dinaikkan konsentrasinya yaitu:
  • 10 unit dalam 500 ml dekstrose (atau garam fisiologik) 30 tetes per menit.
  • Naikkan 10 tetes tiap 30 menit sampai kontraksi adekuat.
  • Jika kontraksi tetap tidak adekuat setelah 60 tetes per menit (60 mIU per menit), lakukan seksio sesarea .
Catatan : Jangan Berikan Oksitosin 10 Unit dalam 500 CC pada multigravida dan pada bekas seksio sesaria
PROSTAGLANDIN
Prostaglandin sangat efektif untuk pematangan serviks selama induksi persalinan.
  • Pantau denyut nadi, tekanan darah, kontraksi ibu hamil, dan periksa denyut jantung janin (DJJ). Catat semua pengamatan pada partograf.
  • Kaji ulang indikasi.
  • Prostaglandin E2 (PGE2) bentuk pesarium 3 mg atau gel 2-3 mg ditempatkan pada forniks posterior vagina dan dapat diulangi 6 jam kemudian (jika his tidak timbul).
  • Pantau DJJ dan his pada induksi persalinan dengan Prostaglandin.
  • Hentikan pemberian prostaglandin dan mulailah infus oksitosin, jika:
  1. ketuban pecah,
  2. pematangan serviks telah tercapai,
  3. proses persalinan telah berlangsung,
  4. ATAU pemakaian prostaglandin telah 24 jam.
Demikian  Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Induksi Persalianan. Semoga bermanfaat :)


EmoticonEmoticon