Selasa, 11 Desember 2018

Seputar Fakta Pemilihan Umum Serentak 2019


Pilpres 2019 sudah mulai memasuki tahapan atau jadwal kampanye. Kedua belah kubu yang bertarung juga telah melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan mengenalkan berbagai visi-misinya, serta program yang akan dilaksanakan ketika terpilih nanti.
Pada pilpres 2019 ini ada banyak sekali fakta-fakta yang perlu untuk Anda ketahui, seperti dijelaskan berikut ini:
·         Pemilihan Serentak
Jika pemilu-pemilu sebelumnya baik pemilihan presiden atau pemilihan anggota legislatif dilakukan dalam dua tahapan. Maka kali ini pemilihan kepala negara Republik Indonesia beserta pemilihan anggota legislatif akan dilakukan secara serentak.
Pada pemilu 2014 lalu, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla diajukan oleh beberapa gabungan parpol seperti PDI-P, Nasional Demokrat (Nasdem), PKB, PKPI, dan Hanura. Gabungan koalisi parpol ini menguasai 46,46% atau sekitar 208 kurus dari 560 yang tersedia.
Sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diajukan oleh koalisi Gerindra, PAN, PKS, GOLKAR, PPP, PBB, dan Partai Demokrat. Koalisi ini menguasai sekitar 63,54% kursi di DPR atau berkisar 352 dari 560 kursi yang ada.
Untuk pembiayaan penyelenggaraan kegiatan pesta demokrasi di tahun 2019 ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar 24,8 Triliun. Jika dibandingkan dengan pemilu 2014 lalu terjadi kenaikan yang cukup signifikan, yakni berkisar 700 Miliar. Namun, pada pemilu 2014 penganggaran dana sebesar 24,1 Triliun hanya untuk dipergunakan pada pemilu legislatif saja.
·         Aturan-Aturan Kampanye
-       Dilarang melakukan atau membuat iklan di media massa jika masa kampanye belum dimulai
-       Pemasangan iklan pada/di media massa hanya boleh dilakukan selama 21 hari saja dan akan berakhir saat dimulainya masa tenang
-       Dilarang untuk memasang bendera atau atribut-atribut partai politik selain di tempat yang telah ditetapkan oleh KPU
-       Dilarang untuk memasang foto/gambar penjahat atau mantan presiden dan wakil presiden pada alat peraga kampanye
-       Media massa wajib memberikan kesempatan yang sama pada kedua pihak yang bertarung dalam hal pemutaran dan penayangan iklan kampanye
-       Tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat/lembaga pendidikan ketika melakukan kegiatan kampanye
-       Dilarang untuk membawa atribut atau gambar selain atribut dan gambar peserta pemilu
-       Tidak diperbolehkan melakukan pertemuan tertutup/terbatas tanpa melaporkan hal tersebut kedalam KPU dan BAWASLU
Ada 5 warna kertas suara yang memiliki lima warna berbeda yang digunakan pada pemilu 2019 ini.
-       Abu-abu: jenis surat suara ini digunakan untuk memilih presiden serta wakil presiden
-       Warna kuning: jenis kertas surat suara ini untuk memilih para anggota DPR RI
-       Warna Merah: Jenis surat suara ini dipakai untuk memilih anggota DPD RI
-       Warna Biru: Jenis surat suara untuk memilih anggota DPRD Provinsi
-       Warna Hijau: Jenis surat suara yang dipakai untuk memilih anggota DPRD Kota/Kabupaten
Di antara partai politik yang bertarung pada pemilu presiden 2019 ini, terdapat empat partai baru yang turut menyemarakkan pesta demokrasi. Ke empat partai tersebut adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh mantan wartawan televisi, bernama Grace Natalie.
Partai baru lainnya didirikan oleh putra bungsu dari mantan presiden Soeharto yang dilengserkan pada reformasi tahu 1998, Tommy Suharto dengan Partai Berkarya. Partai baru berikutnya adalah Perindo yang dipimpin oleh Hary Tanoesoedibjo,  pemilihan jaringan pertelevisian kelompok MNC, dan Partai Garuda pimpinan Ahmad Ridha Savana.
Dalam pertarungan pilpres 2019 ini juga akan diikuti oleh 38 mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi yang berhasil memenangkan gugatan ke Mahkamah Agung.


EmoticonEmoticon