Minggu, 20 Januari 2019

Tips Sederhana Membuat Rumah Terhindar dari Banjir





Musim penghujan yang telah berlangsung semenjak akhir Oktober di Ibukota semakin bertambah intensitasnya pada akhir tahun nini. Ancaman banjir yang menghantui Ibukota setiap tahunnya kini tidak terelakkan lagi, bahkan mulai tergolong memprihatinkan di beberapa wilayah yang rawan banjir.

Tidak bisa hanya mengandalkan aktivitas pencegahan dan penanggulangan banjir yang dilakukan oleh petugas PPSU dan Dinas Tata Air Pemprov, kita juga harus terlibat agar banjir tidak merebak khususnya pada hunian tempat kita tinggal.

Selain wabah penyakit yang muncul, kekhawatiran yang terjadi juga terdapat pada hunian tempat kita tinggal. Saat bencana banjir tiba, tidak sedikit rumah yang rusak karena aliran air.

Belum telat bagi Anda yang huniannya terkena bencana banjir untuk setidaknya mengurangi dampak yang diakibatkan. Ada banyak cara yang dapat dilakukan sebagai langkah pencegahan dampak banjir, beberapa diantaranya dengan melakukan hal di bawah ini:

Cek Saluran Pembuangan
Mencegah genangan atau aliran air yang terdapat di sekitaran hunian saat terkena hujan dapat dilakukan dengan mengecek dan memperbaiki saluran pembuangan air rumah. Biasanya, sekalipun volume air tidak bertambah banyak imbas hujan, selokan yang tersumbat juga dapat menyebabkan genangan di sekitar hunian.

Langkah pencegahan ini seharusnya juga dijadikan patokan bagi Anda yang berencana untuk membeli rumah dijual, karena Anda tidak ingin bukan membeli rumah yang kerap menjadi langganan banjir.

Membuat Biopori
Langkah pencegahan banjir lainnya selain membersihkan saluran pembuangan adalah dengan memastikan air hujan yang turun teresap ke dalam tanah. Anda dapat membuat lubang biopori guna mempermudah air masuk ke dalam tanah. Biopori merupakan lubang-lubang kecil yang dibuat di dalam tanah yang biasanya terdapat di halaman rumah. Membuat lubang biopori saat ini telah dianjurkan dan digalakkan Pemerintah Provinsi di seluruh area di Ibukota, tidak hanya area rawan banjir saja.

Untuk membuat biopori, caranya tergolong mudah dengan harga yang tidak terlalu mahal, maksimal Rp200 ribu. Caranya, Anda tinggal membuat lubang dengan kedalaman 1 meter, dan mengisinya dengan sisa tanaman atau sampah organik. Guna memperkuat lubang yang Anda buat, mulut lubang harus dicor setebal 2 cm.

Menanam Tanaman Penyerap Air
Sebenarnya, guna mengoptimalkan penyerapan air ke dalam tanah selain membuat lubang biopori juga dapat dilakukan dengan menanam tanaman penyerap air. Beberapa jenis pohon yang diketahui memiliki kemampuan penyerapan air yang maksimal yaitu pohon jati, pohon bambu, rumput akar wangi, mahoni, asam jawa, jabon,dan palem putri

Membuat Tanggul
Jika rumah Anda berada di kawasan yang sudah pasti akan terkena dampak banjir dengan skala yang tergolong besar, sudah seharusnya Anda membuat tanggul di depan teras atau pintu masuk rumah. Biasanya tanggul penghalau banjir berupa susunan papan atau tumpukan karung pasir. Saat membuat tanggul, usahakan sedetail dan serapih mungkin selain guna meminimalisasi air banjir yang masuk ke dalam hunian juga mencegah rumah Anda terlihat kumuh. Untuk memaksimalkan peran tanggul yang Anda buat di depan hunian, Anda dapat merenovasi rumah Anda dengan menaikkan ketinggian lantai rumah.


EmoticonEmoticon