Jumat, 03 April 2020

Tips agar makan menjadi kegiatan yang disukai oleh anak-anak sehingga nutrisi anak terpenuhi


Info Negeri - Apakah anak kalian menolak untuk makan selain nugget ayam? Atau apakah anak kalian lebih suka bermain daripada makan apa pun? Jika nutrisi anak-anak adalah topik yang menyakitkan di rumah tangga Anda, Anda tidak sendirian. Banyak orangtua khawatir tentang apa yang anak-anak mereka makan dan tidak makan. Namun, kebanyakan anak mendapatkan banyak variasi dan nutrisi dalam diet mereka selama seminggu. Papa artikel kali ini kami akan memberikan agar makan menjadi kegiatan yang disukai oleh anak-anak sehingga nutrisi anak akan terpenuhi.

1. Hormati selera makan anak kalian

Jika anak Anda tidak lapar, jangan memaksakan makanan atau kudapan. Demikian juga, jangan menyuap atau memaksa anak Anda untuk makan makanan tertentu. Ini mungkin hanya memicu anak bahwa makan merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Selain itu, anak Anda mungkin mengasosiasikan waktu makan dengan kecemasan dan frustrasi atau menjadi kurang peka terhadap rasa lapar dan isyarat kepenuhannya sendiri. Sajikan porsi kecil untuk menghindari kekenyangan pada anak Anda dan beri dia kesempatan untuk secara mandiri meminta lebih banyak.

2. Tetap pada rutinitas

Sajikan makanan dan camilan di waktu yang hampir sama setiap hari. Jika anak Anda memilih untuk tidak makan, waktu camilan teratur akan menawarkan kesempatan untuk makan makanan bergizi. Anda bisa menyediakan susu atau jus 100 persen dengan makanan, tetapi menawarkan air di antara waktu makan dan camilan. Mengizinkan anak Anda untuk mengisi jus, susu, atau makanan ringan sepanjang hari dapat mengurangi selera makannya sehingga jangan jadikan cemilan sebagai sebuah keharusan.

3. Bersabarlah dengan makanan baru

Anak kecil sering menyentuh atau mencium makanan baru, dan bahkan mungkin memasukkan potongan-potongan kecil di mulut mereka dan kemudian membawanya kembali. Anak Anda mungkin perlu dibujuk berulang kali pada makanan baru sebelum ia makan dulu. Bujuk anak Anda dengan membicarakan warna, bentuk, aroma, dan tekstur makanan. Sajikan makanan baru bersama dengan makanan favorit anak Anda. Terus berikan pilihan sehat kepada anak Anda sampai mereka menjadi terbiasa dan menyukainya.

4. Jangan menjadi koki pesanan singkat

Mempersiapkan makanan terpisah untuk anak Anda setelah ia menolak makanan lainmungkin mendorong anak untuk memilih-pilih makanan. Dorong anak Anda untuk tetap di meja untuk waktu makan yang ditentukan 

5. Jadikan itu menyenangkan

Sajikan brokoli dan sayuran lainnya dengan saus favorit. Potong makanan menjadi berbagai bentuk dengan pemotong kue. Tawarkan makanan sarapan untuk makan malam. Sajikan berbagai makanan berwarna cerah.

6. Minta bantuan anak untuk memilih bahan makanan

Di toko bahan makanan, minta anak Anda untuk membantu Anda memilih buah, sayuran, dan makanan sehat lainnya. Jangan membeli apa pun yang Anda tidak ingin anak Anda makan. Di rumah, dorong anak Anda untuk membantu Anda membilas sayuran, mengaduk adonan atau mengatur meja.

7. Berikan contoh yang baik

Jika Anda mengonsumsi berbagai makanan sehat, anak Anda cenderung akan mengikutinya.

8. Jadilah kreatif

Tambahkan brokoli cincang atau paprika hijau ke saus spageti atau campur zucchini parut dan wortel ke dalam casserole dan sup.

Jika Anda khawatir bahwa makanan yang pilih-pilih mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak Anda, konsultasikan dengan dokter anak Anda. Ia dapat merencanakan pertumbuhan anak Anda pada grafik pertumbuhan. Selain itu, pertimbangkan mencatat jenis dan jumlah makanan yang dimakan anak Anda selama tiga hari. Gambaran besar mungkin membantu meringankan kekhawatiran Anda. Log makanan juga dapat membantu dokter anak Anda menentukan masalah. Sementara itu, ingatlah bahwa kebiasaan makan anak Anda kemungkinan tidak akan berubah dalam semalam tetapi langkah-langkah kecil yang Anda lakukan setiap hari dapat membantu mempromosikan makan sehat seumur hidup untuk anak anda.


EmoticonEmoticon