Sabtu, 28 November 2020

Doa Minta Turun Hujan yang Wajib Kalian Ketahui

 


Proses Terjadinya Hujan

Turunnya hujan dimulai dari panas matahari yang mengakibatkan evaporasi atau penguapan, sehingga sumber air (laut, danau, dan sungai) yang ada di permukaan bumi akan menghasilkan uap air. Uap tersebut nqantinya akan terangkat ke atmosfer serta mengalami kondensasi. Nah, uap yang telah ter-kondensasi tadi akan berubah menjadi embun, akibat adanya suhu di sekutar uap yang lebih rendah daripada uap itu sendiri. 

Suhu yang semakin tinggi akan membuat embun menjadi titik-titik air memadat dan membentuk awan. Adapun mengenai perbedaan tekanan udara di langit yang akan menghasilkan pergerakan udara atau angin, dimana angin ini akan yang akan membawa awan ke tempat bersuhu rendah. Nantinya awan akan berkumpul dan menjadi awan berukuran besar dengan warna kelabu (koalesi).

Lantas, kapan air yang terdapat dalam awan turun ke permukaan bumi? Tahap pertama, ketika kondisi awan sudah tidak bisa lagi menampung air sehingga akan menurunkan titik-titik air ke bumi menjadi hujan. Tahap kedua, yakni ketika butir-butir air pada awan tertarik oleh gaya gravitasi sehingga terciptalah hujan. Hujan di Negara Indonesia terbagi kedalam 3 jenis, yaitu hujan frontal, hujan orografis, dan hujan zenith. 

1. Hujan Frontal

Hujan frontal bisa terjadi saat angin musim panas yang membawa uap air bertemu dengan udara yang bersuhu rendah. Pertemuan tersebut terjadi di area front, yaitu tempat yang memudahkan proses kondensasi serta pembentukan awan. 

2. Hujan Orografis

Hujan orografis pada umumnya terjadi di daerah-daerah pegunungan atau dataran tinggi, yang terbentuk karena adanya uap air yang terbawa ke wilayah pegunungan, lalu bertemu dengan udara bersuhu rendah. Akibatnya, tercipta pengembunan dan membentuk awan. 

3. Hujan Zenith

Hujan zenith atau yang sering juga disebut hujan konveksi, biasanya terjadi di daerah garis khatulistiwa ketika angin pasat timur laut bertemu dengan angin pasat tenggara, sehingga terbentuk gumpalan yang kemudian naik karena panas matahari. Alhasil, suhu disekitar gumpalan tersebut akan turun dan massa awan menjadi bertambah. 

Doa Nabi Muhammad Meminta Turun Hujan Saat Kemarau di Madinah 

Pernah terjadi kemarau yang cukup panjang di Kota Madinah pada masa Rasulullah SAW, sehingga beberapa sahabat meminta beliau untuk berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dari langit. Tak lama kemudian Rasulullah SAW segera berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan, maka awan hitam mulai menyelimuti kota Madinah dan turunlah hujan cukup lebat selama beberapa hari. 

Namun, hujan lebat tersebut malah membuat kota Madinah dilanda banjir. Lalu para sahabat kembali meminta Rasulullah SAW untuk berdoa lagi agar hujannya mereda, dan Allah SWT pun mengabulkan doanya. Adapun mengenai doa turun hujan yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti berikut.

·         “Allahumma hawalayna wa la ‘alaina”

Artinya : “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami, bukan (azab) atas kami”.

·         “Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wadh dhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajarati”.

Artinya : “Ya Allah berilah hujan di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan”.

·         “Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari’a, nafi’an ghaira diarrin, ‘ajilan ghaira aijilin”

Artinya : “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda”.

 






EmoticonEmoticon